This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 30 September 2012

Karena Pelangi tak Hanya satu Warna

BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG TERASING….
Sikap, perilaku dan pemikiran-pemikirannya "aneh", di tengah "arus" atau "keumuman";

• Bisa jadi ia "berpartai", namun tidak ikut pemilu dan di luar parlemen. Semata-mata melaksanakan perintah Alloh untuk menjadi suatu "umat/kelompok" yang menyeru kepada yang hak dan mencegah dari yang bathil, dalam pandangannya walupun pemilu itu mubah, namun aktifitas ini menjadi washilah/perantara kepada kemunkaran.

• Bisa jadi ia berada pada "kelompok dakwah", namun beraktifitas "politik", karena menurut pandangannya Rosulullohpun ber"politik/siyasah", Karen politik dalam pandangan Islam adalah pengurusan umat agar sesuai dengan Syariat Islam, yang namanya permasalahan umat bukan saja ibadah mahdhoh, namun segala segi kehidupan.

• Bisa jadi ia beraktifitas "politik", namun tidak pragmatis dan tidak menghalalkan berbagai cara dalam aktifitasnya, jalan syariah ia tempu dan upayakan dengan sungguh-sungguh agar mendapat ridlo dari Alloh.

• Bisa jadi dalam sikap dan pendapatnya "tidak kenal kompromi", karena kasih sayangnyalah ia tegas dalm menyampaikan, namun tanpa "kekerasan" apalagi bersenjata.

• Bisa jadi pergerakan ia "revolusioner", perubahan secara keseluruhan, perubahan sisitem dan cara berpikir, tidak sebagian-sebagian (reformasi), namun memberikan "pemahaman" kepada siapapun secara bertahap dan dimulai dengan "berfikir".

• Bisa jadi orientasi ia "merubah" masyarakat, namun sama sekali tidak mengabaikan individu apalagi keluarga.

• Bisa jadi ia dicap oleh siapapun "fundamentalis", namun yang ia kaji dan ia sampaikan tidak sama sekali "dogmatis".

• Bisa jadi yang ia kaji dan ia sampaikan adalah hanya "syariat Islam", namun tidak sekedar untuk pemeluk-pemeluknya sebagaimana paasal-29 UUD, namun berusaha menampilkan Islam sebagai rahmatan lil aalamin, bagi siapapun umat manusia.

• Bisa jadi ia berjuang agar terlaksana syariat Islam di bawah Daulah Khilafah, namun Negara yang diperjuangkan bukan Negara "theokrasi". Semata meneladani system politik/pemerintahan yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW dan telah berjaln selama 13 abad.

• Bisa jadi ia berusaha mewujudkan "kesatuan umat", di bawah daulah khilafah, bukan sama sekali kesatuan uamat di bawah satu partai apalagi satu kelompok.

• Bisa jadi cara berpikirnya dan memahami dalil ataupun "fakta/peristiwa", orang menyebutnya "ortodok" atau skriptualis, namun selalu mengedepankan metodologi Islam dalam istinbhat/menggali hukum yang Islami dan mengedapkan ijtihad syar'i.

• Bisa jadi ia selalu menyerukan "syuuro", sebagaimana perintah Alloh SWT, namun prinsif "syuuro" yang ia serukan , sangat jauh berbeda sebagaimana dalam demokrasi.

• Bisa jadi sikap/prilaku, pendapat-pendapat dan pergerakannya "radikal", namun kelompok ia tidaklah sama sekali "ekslusif" atau bergerak "under ground" alias di bawah tanah atau sembunyi-sembunyi serta dipenuhi kedamaian.

• Bisa jadi cara memahaminya sesuatu selalu "substansif", namun sama sekali tidak melupakan symbol-symbol dalam Islam, selama hal itu disyariatkan.

• Bisa jadi ia sangat "kuat" dalam berpendapat, namun selalu terbuka terhadap kritik dan masukan untuk perbaikan tingkah prilakunya.

• Bisa jadi ia menamakan dirinya "partai pembebas", yakni membebaskan kaum muslimin dari "cengkeraman pemikiran, tingkahlaku, perasaan dan dominasi "thoghut", namun sama sekali tidak mengajak "liberalism".

• Bisa jadi ia sangat toleran, namun sama sekali tidak mengajak "pluralism".

• Bisa jadi kelompok ia adalah kelompok internasional, sehingga orang menyebutnya "trans-nasional", namun pergerakannya di local masing-masing dimana ia bertempat tinggal.

• Bisa jadi pergerakan ia di local masing-masing, namun seruannya sama sekali bukan "nasionalism"…

Umar bin Auf bin Zaid bin Mihlah, bahwa Rosululloh SAW bersabda; "…..Sesungguhnya Agama ini muncul pertama kali dalam keadaan asingdan akan kembali menjadi asing. Maka berbahagialah orang-orang yang TERASING, yaitu ORANG-ORANG YANG MEMPERBAIKI SUNNAHKU YANG TELAH DIRUSAK OLEH MANUSIA SETELAHKU" (HR Thabrany).

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More