This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 November 2012

19 Keutamaan Wanita

1. Do'a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.

2. Wanita yang solehah ( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis Karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.

4. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.

5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW ) di dalam surga.

6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

7. Dari Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka."

8. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.

9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya ( serta menjaga sembahyang dan puasanya ).

12. Aisyah r.a. berkata " aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda "suaminya". Siapa pulaberhak terhadap lelaki?" jawab Rasulullah SAW "Ibunya"

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki .

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun).

15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.

16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.

17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan.

18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan.

19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

Rabu, 14 November 2012

4 Golongan Lelaki yang Ditarik oleh Perempuan ke Neraka..


Bismillahirrahmaanirrahiim
Semangat pagi!
Yup, ini adalah notes dari sebuah akun jejaring sosial, notes yang Dilla copy-paste dari akunnya teh Nurul, saudara Dilla.
Selama membaca...

Ada 4 golongan lelaki yang ditarik oleh perempuan ke neraka..
Pertama:- Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat..... tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik oleh anaknya.

Kedua:- Suaminya
Apabila seorang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram, apabila suami mendiam diri.. walaupun dia seorang alim (solat tidak tangguh, puasa tidak tinggal) maka dia akan ditarik oleh isterinya.

Ketiga:- Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke pula abang-abangnya. jikalau mereka hanya mementing keluarganya sahaja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM.... tunggulah tarikan adiknya di akhirat.

Keempat:- Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari islam, maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak ......
nantikan tarikan ibunya, Maka kita lihat bertapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. maka kaum lelaki yang bergelar ayah / suami / abang atau anak harus memainkan peranan mereka yang sebenar tidak silap firman ALLAH S.W.T.: "HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA, DIMANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA DAN BATU-BATU....."

Hai wanita, kasihankan ayah anda, suami anda, abang-abang anda serta anak-anak lelaki anda...kesiankanlah mereka dan diri kamu sendiri. jalankan perintah ALLAH S.W.T. dengan bersungguh-sungguh dan dengan ikhlas..

Akhir kata, marilah kita berdoa agar kita semua terselamat dari ditarik dan tertarik oleh mana-mana pihak ?????
Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. ALLAH S.W.T. nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA... semua kaum muslim masuk syurga. janganlah kita membuang atau tidak mengendah janji ALLAH S.W.T.
– dwn –

Perfect :) #sempurna~

Perfect :) #sempurna~
Kata “sempurna” rasanya sering kita jumpai. Mulai dari lagu, iklan, kata-kata khas seorang magician, bahkan sampai merek rokok #eeh, itu sampoerna ya?? Hehe..maaf.
Yuk, kita gombal-gombalan dulu sama lagu ini :
Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Di setiap langkahku, ku ‘kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa cintamu

Masya Allah -.- . mengapa dibilang gombal? Jelaslah, lagu ini ditujukan untuk “manusia” dari seorang “manusia”. Coba perhatikan liriknya, betapa penyair ini memuja sang “idola”nya, sehebat apakah idolanya sampai harus dipuja? Sesempurna apakah sampai-sampai manusia harus memuja dan selalu memikirkannya di setiap detiknya? Na’udzubillah.

Senin, 05 November 2012

Mencegah Korosi Hati :)

Istilah hati dalam bahasa Arab disebut qalbun,yaitu anggota badan yang letaknya di sebelah kiri dada dan merupakan bagian terpenting bagi pergerakan darah. Dikatakan juga  hati sebagai qalb, karena sifatnya yang berubah-ubah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya, ia adalah hati.” (Muttafaq ‘alahi).

Menurut Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” nya membagi makna hati menjadi dua.

Makna yang pertama, adalah daging kecil yang terletak di dalam dada sebelah kiri dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam.

Makna yang kedua, merupakan bisikan halus ketuhanan (rabbaniyah) yang berhubungan langsung dengan hati yang berbentuk daging. Hati inilah yang dapat memahami dan mengenal Allah serta segala hal yang tidak dapat dijangkau angan-angan.

Hati yang Tenang

Hati ibarat  cermin. Jika tidak dirawat dan dibersihkan,  ia mudah kotor dan berdebu. Karena itu, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah pernah mengatkan bahwa hati manusia terbagi dalam 3 kriteria; Qalbun Salim  (hati yang sehat), Qalbun Mayyit  (hati yang mati) dan Qalbun Maridh (hati yang sakit).

Hati yang sakit (Qalbun Maridh), ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya; Riya’, hasrat ingin dipuji, Hasad, dengki, ghibah dan sebagainya. Juga sombong dan tamak.

Orang yang memiliki Qalbun maridh (hati yang sakit) akan sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya, Melihat orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan beroleh karunia rizki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya menjadi benci

Dihadapkan pada siapapun yang memiliki kelebihan, hatinya akan serta merta menyelidiki bibit-bibit dan kekurangannya, Bila sudah ditemukan hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang berharga, ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan bibit dan kekurangan orang itu kepada siapa saja, agar kelebihannya menjadi tenggelam, naudzhubillah Sungguh rnalang dan kasihan orang yang kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit.

Yang lebih parah adalah hati yang mati (Qalbun Mayyit). Hati ini sepenuhnya di bawah kekuasaan hawa nafsu, sehingga ia terhijab dari mengenal Allah Subhanahu Wata’ala. Hari-harinya adalah hari-hari penuh kesombongan terhadap allah, sama sekali ia tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tidak mau menjalankan perintah dan apa-apa yang diridhai-Nya. Hati model ini berada dan berjalan bersama hawa nafsu dan keinginan-nya walaupun sebenarya hal itu dibenci dan dimurkai Allah. Ia sudah tak peduli, apakah Allah ridha kepadanya atau tidak? Sungguh, ia telah berhamba kepada selain Allah Bila mencintai sesuatu, ia mencintainya karena hawa nafsunya. Begitu pula apabila ia menolak, mencegah, membenci sesuatu juga karena hawa nafsunya.

Sementara itu, hati yang baik dan sehat disebut Qalbun Salim. Inilah hatinya orang beriman. Hati ini adalah hati yang hidup, bersih, penuh ketaatan dengan cahaya terangnya dan bertenpat di nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang). 

Dalam al-Qur’an disebutkan al-salim pada dua tempat. Antara lain QS. Al-Shaffat: 84 yang berbunyi:  “(ingatlah) ketika dia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat (sehat)”.

Kemudian Q.S Al-Syu’ara: 87-89, Allah SWT berfirman: “Dan janganlah Kau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.

Ayat pertama merupakan penjelasan mengenai Nabi Ibrahim sebagai golongan pengikut Nabi sebelumnya, yaitu Nabi Nuh yang memiliki hati yang ikhlas dan tidak ada keraguan dalam beriman kepada Allah SWT. Sedangkan pada ayat kedua hati yang bersih dijelaskan dalam tafsir Jalalain karangan Imam Jalaluddin As-Suyuti dan Imam Jalaludin Al-Mahalli berarti hati yang bersih atau selamat dari sifat syirik dan nifaq yang merupakan cerminan dari seorang mukmin.

Sumarkan dan Titik Triwulan Tutik  dalam bukunya “Misteri Hati” (Asrarul Qalb) mengungkapkan bahwa yang dimaksud Qalbun Salim (hati yang sehat) adalah hati yang terbebas dan selamat dari berbagai macam sifat tercela, baik yang berkaitan dengan Allah maupun yang berkaitan dengan sesama manusia dan makhluk Allah di alam semesta ini.

Di antara sifat tercela yang merupakan penyakit hati, jika dihubungkan dengan Allah Subhanahu Wata’ala seperti syirik dan nifaq sedangkan pada sesama manusia adalah iri, dengki, hasud atau provokasi, fitnah, buruk sangka, serta khianat.

Karenanya, sangat penting bagi kita semua menjaga hari-hari dalam kehidupan kita -- baik di lingkungan keluarga  serta bermasyarakat--  menjaga hati agar tetap selalu konsisten dalam ridho dan petunjuk Allah. Karena seringkali kita melalaikan hal-hal kecil yang tanpa kita sadari telah meroposkan kekuatan hati yang merupakan sumber berprilaku sehingga hati kita sangat sulit untuk menjadi sehat. Maka dari itulah sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk selalu berdoa di dalam shalat agar diberi ketetapan hati pada agama yang lurus (Islam).

Kata Nabi, sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat. Cara membersihkannya adalah dengan mengingat Allah [dzikrullah] ”

“Qalbu berkarat karena dua hal yaitu lalai dan dosa. Dan pembersihnya-pun dengan dua hal yaitu istighfar dan dzikrullah.” [HR.Ibnu Ab’id dun ya Al-Baihaqi]. Wallahu a’lam.*
 Roni Rosmawan, Mahasiswa Semester Enam, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Red: Cholis Akbar

Sabtu, 03 November 2012

Cinta Ini adalah Karena-Mu

Rasa cinta karena Allah yang tertanam dalam setiap sahabat Nabi Saw, baik kaum Muhajirin maupun Anshar, adalah salah satu asas penting berdirinya masyarakat Islam di Madinah.

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat anggota tim formatur yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab.

Semasa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.

Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari.

“Ketika kami sampai di Madinah, Rasulullah mempersaudarakan antara aku dan Sa’ad bin Rabi’,” kata Abdurahman seperti dikutip Prof. Dr. Muhammad Ash-Shalabi dalam kitab as-Siirah Al-Nabawwiyah.

Lantas Sa’ad bin Rabi’ berkata kepada Abdurrahman, “Aku adalah orang dari golongan Anshar yang memiliki banyak harta, maka aku membagi setengah hartaku untukmu. Kemudian aku akan menjatuhkan talak kepada istriku. Maka jika masa iddahnya sudah habis maka nikahilah dia.”
Maka berkatalah Abdurrahman, “Aku tidak membutuhkan hal seperti yang engkau katakan, apakah di pasar terdapat usaha perdagangan?” Sa’ad menjawab, “Di pasar Qainuqa’.” Maka Abdurrahman datang kesana pada pagi harinya dengan membawa keju dan mentega.

Sa’ad berkata, “Abdurrahman sangat giat berjualan di pasar.” Hingga nampak pada wajahnya rona pucat, Rasulullah bertanya, “Apakah engkau sudah menikah?” Dia menjawab,”Ya.” Rasulullah bertanya lagi, “Dengan siapa?” Dia menjawab, “Seorang wanita dari Anshar.” Rasulullah bertanya kembali, “Berapa mas kawinmu?” Dia menjawab, “Satu biji emas.” Kemudian Rasulullah bersada kepadanya, “Adakah walimah (pesta pernikahan) walau dengan menyembelih seekor kambing.”

Dari kisah dua orang sahabat, satu Muhajirin dan satunya lagi Anshar di atas, kita bisa melihat bahwa kebaikan hati Sa’ad bin Rabi’ disambut dengan sikap menjaga diri dan kehormatan oleh Abdurrahman bin Auf. Bukan hanya Abdurrahman yang bersikap demikian, namun hampir semua kaum Muhajirin, mereka enggan manja terlarut dalam pelayanan kaum Anshar. Banyak di antara mereka yang tinggal sekadarnya di rumah saudaranya dari kaum Anshar. Mereka giat bekerja dan mencari penghidupan untuk kemudian mampu membeli rumah untuk mereka sendiri, di antara mereka seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan yang lainnya.

Rasa cinta terhadap sahabat-sahabatnya, mengalahkan rasa cinta terhadap harta bendanya juga ditunjukkan oleh sahabat Abu Thalhah. Dia pun akhirnya menyedekahkan harta yang paling dicintainya untuk kaum kerabatnya.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, Abu Thalhah merupakan orang yang paling banyak memiliki pohon kurma di Madinah, dan hal tersebut merupakan harta yang paling dia cintai. Tempatnya berhadapan dengan masjid. Maka Rasulullah memasukinya dan meminum airnya yang segar. Maka tatkala turun ayat: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Ia berkata, “Sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah pohon kurma yang ada di Bairuha, maka aku akan menyedekahkannya di jalan Allah dengan sebuah harapan akan mendapatkan pahala kebaikan atasnya. Dan menjadi tabungan di sisi Allah kelak. Maka taruhlah, ia wahai Rasulullah sesuai yang ditunjukkan Allah kepadamu.”

Rasulullah saw bersabda, “Ini adalah harta yang menguntungkan, ini adalah harta yang menguntungkan, aku telah mendengar apa yang kamu katakan dan aku berpendapat engkau menjadikannya sedekah bagi kerabat-kerabatmu.”

Abu Thalhah berkata, “Aku akan lakukan wahai Rasulullah”, maka dia membaginya kepada para kerabatnya dan kepada anak-anak pamannya.

Persaudaraan yang berlandaskan kasih sayang karena Allah merupakan pondasi paling kokoh dalam pembentukan umat Islam. Karena kepadanya berpegang seluruh bangunan yang lain. Sehingga Nabi sangat memperhatikan agar setiap orang mendalami makna yang terkandung dari sikap saling menyayangi karena Allah dalam pembentukan masyarakat muslim yang baru. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah akan berfirman pada Hari Kiamat: “Di mana orang saling mencintai karena keagungan-Ku, maka pada hari ini Aku akan memberikan mereka tempat bernaung di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.”

Cinta karena Allah memiliki dampak besar dalam pembentukan masyarakat Madinah yang baru terbentuk. Jika saat ini kita ingin membentuk masyarakat Islami, tentu saja hubungan antar sesama muslim juga harus dinaungi oleh perasaan cinta karena Allah sebagaimana para sahabat Nabi dahulu. Insya Allah!

Jumat, 02 November 2012

Cinta Atas Nama-Nya #3

Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid


Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.

Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.

Kamis, 01 November 2012

Cinta Atas Nama-Nya #2

Abdurrahman ibn Abu Bakar


Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.

Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More