This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 31 Januari 2014

Tujuan

Bismillahirrohmaanirrohiim
Dalam beberapa forum atau khususnya pada acara training motivasi kita sering ditanya “siapa yang ingin sukses?” Dan tentu saja semua menjawab mereka ingin sukses…lalu saat dilontarkan pertanyaan lanjutan “apa arti sukses?” Lalu tiap orang menjawab sesuai kesan mereka…sukses adalah blablabla ….
Umumnya orang menjawab “sukses adalah bahagia” lalu kita bertanya “apa standar kebahagiaanmu?” Atau ada jawaban lain “sukses adalah ketika kita behasil mencapai apa yang menjadi tujuan kita” pertanyaannya “apa tujuan hidupmu?”
Percayalah, jika kita menjawab standar kebahagiaan kita diukur oleh neraca duniawi, kebahagiaan menjadi semu dan hambar…pun ketika kita menjadikan standar tujuan hidup kita adalah kencapai pencapaian dunia, pencapaian itu hanya akan dikenang sebagai keberhasilan..hanya itu saja..
Sebagai insan yang diciptakan Alloh, tentulah kita harus faham…standar kebahagiaan kita bukanlah ukuran dunia melainkan ukuran kadar akhirat…perasaan tenteram, damai, memiliki keluarga sholeh dll itu hanya hadiah sampingan yang Alloh berikan manakala kita bersusahpayah mencari kebahagiaan akhirat..begitupun dengan tujuan hidup. Manakala tujuan hidup kita tepat sama dengan tujuan Alloh Menciptakan kita maka kita akan mendapatkan kesuksesan dunia akhirat….kesuksesan yang hakiki… Maka berbahagialah orang-orang yang sudah faham apa tujuan Alloh menciptakan kita di bumi ini….
Pasirkiamis, 31 Januari 2014
- dwn

Selasa, 28 Januari 2014

Gunung Sang Pasak Bumi

image
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?" [QS.an-Naba 6-7]
Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang menyakralkan Gunung Fuji, dewa-dewi orang Yunani tinggal di Gunung Olympus, pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet. Gunung Merapi dianggap angker oleh orang Yogyakarta, gunung Bromo merupakan kahyangan penduduk Tengger, gunung Agung tempat dewanya orang Bali. Semua mengaitkan gunung pada fungsi mistik supranatural. Hanya Islam yang menempatkan kembali fungsi gunung secara ilmiah.
Dalam al-Quran kita temukan kata gunung sebanyak 49 kali. Diantaranya 22 ayat menyebutkan fungsi gunung sebagai pasak atau tiang pancang, pasak atau paku besar merupakan benda yang menancap ke dalam. Artinya, kepala pasak yang tampak di luar selalu lebih pendek dibanding panjangnya batang yang terhujam. Kerita agama-agama primitif selama ribuan tahun hanya takjub pada ketinggian gunung, al-Quran mementahkan kekaguman sesat mereka itu. Ternyata bukan tingginya, tetapi kedalaman akar gunung yang menghunjam sampai 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yang lebih dahsyat. Al-Quran menegaskan bahwa fungsi gunung adalah pasak bumi yang memancang ke bawah tanah dengan kokoh. Itu adalah sebuah konsep tentang gunung yang sangat mutakhir dan baru dikenal. Baru 20 tahun lalu para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik (plate tectonics) yang menyebabkan asumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menhentikan gerakan horizontal lithosfer.
image
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi tidak goncang bersama kamu, …" [QS an-Nahl 15]
Sejak tahu 1620-an para ilmuwan seperti Francis Bacon dan RPF Placet dari Prancis mengamati kemungkinan bahwa dahulu benua Amerika, Eropa, dan Afrika pernah menyatu. Pada 1858, Antonio Snider mengemukakan konsep Continental Drift, mengambangnya benua-benua. Kemudian menurut ahli geologi Austria, Eduar Suess, semua benua dulunya memang menjadi satu, diberi nama Godwanaland. Sedangkan ilmuwan Jerman, Alfred Wegener menamakan Pangea. Namun, teori-teori itu belum mendapatkan pengesahan sampai tahun 1960-an saat ditemukannya bukti-bukti meyakinkan bahwa di Laur Arktik, 6 cm per tahun di khatulistiwa, sampai 9cm per tahun di jalur pegunungan. Dan itu adalah 1400 tahun setelah al-Quran memberitahukan tentang konsep gunung kepada manusia! Allaahu Akbar.
Teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi berupa 12 lempeng lithosfer setebal 5 sampai 100 km mengapung di atas substratum platis (astenosfer), yang tebalmnya sampai 3000 km. Lempengan itu bergerak secara horizontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan terlipat ke atas dan ke bawah, melahirkan gunung-gunung. Misalnya tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkan formasi rantai pegunungan Himalaya dengan puncak tertingginya Gunung Everest setinggi 8.848 km, terbentuk mulai 45 juta tahun lalu. Fase akhir terbentuknya gunung ditandai melambatnya pergerakan lempeng lithosfer. Itulah fungsi gunung. Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antarlempeng akan lebih drastis dan mungkin membahayakan kehidupan. Wallahu a’lam.

oleh: Bambang Pranggono dalam buku “Percik Sains dalam al-Quran”
- setelah sekian lama kehilangan buku ini, akhirnya bisa baca ulang di google books :’) -

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More