Minggu, 04 Mei 2014

Islam dan Problematika Hidup

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Dalam perjalanan hidup ini, kita seringkali ditemukan dengan masalah. Masalah bukanlah takdir yang harus dihindari mana kala ia sudah menampakkan wajahnya, melainkan diselesaikan. Masalah bisa kita buat pun bisa Alloh berikan tanpa disangka. Masalah ibarat suatu proses proliferasi sel yang akan menyebabkan kanker. Semakin lama kita membiarkannya, makan ia akan semakin ganas menggerogoti hari-hari kita. Tapi jika ia segera dituntaskan, maka ia hanya menjadi sejarah perjuangan kita di masa lalu.
Masalah bisa membuat seseorang semakin tinggi kapasitasnya, bisa juga menjadikan seseorang putus asa. Dua pilihan ini dikembalikan pada kesiapan mental kita masing-masing. Seorang pejuang sejati pasti akan sia menghadapi masalah apapun, ia akan sikapi dengan sikap dewasa. Namun bagi orang-orang yang belum siap, masalah akan menjadikannya semakin terpuruk dan lemah. Silakan dipilih, ingin menjadi orang kuat atau lemah? :)
Saat dihadapkan pada masalah, seringkali hati dan lisan ini menggerutu. Seolah-olah tidak pernah ada penyelesaian atas masalah yang baru. Sikap mengeluh sangatlah manusiawi, namun tidak bisa dijadikan alasan bagi kita untuk menjadikan kata kerja “mengeluh” sebagai suatu hobi. Ada koridor tertentu dimana kita bisa mengeluh. Dalam Islam, sebagai satu-satunya agama yang Haq, maka kita (muslim) sudah memiliki sandaran saat mengeluh. Siapa? Alloh Subhanahu wa Ta’aala. Saat ada masalah, kembalikan semua pada Alloh, pasrahkan semua pada-Nya karena Alloh adalah sumber atas semua jawaban.
Dalam pedoman kita yakni al-Qur’an juga telah dicantumkan jawaban-jawaban dan motivasi saat kita menghadapi masalah dan kita mengeluh.

Yaa Alloh, kenapa aku diuji???

al-Qur’an menjawab:
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh Mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia Mengetahui orang-orang yang dusta." [al-Ankabut ayat 2-3].
Yaa Alloh, mengapa aku tidak mendapat apa yang aku inginkan???
al-Quran menjawab:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Alloh Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" [al-Baqoroh ayat 216].
Yaa Alloh, mengapa ujian untukku seberat ini??
al-Qur’an menjawab:
"Alloh tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." [al-Baqoroh 216].
Ya Alloh, aku frustasi :”(
al-Quran menjawab:
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman” [ali-Imron ayat 139].
Yaa Alloh, bagaimana aku harus mengahadapi semua masalah ini???
al-Quran menjawab:
"Dan mintalah pertolongan (kepeada Alloh) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguuhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Alloh semata" [al-Baqoroh ayat 45]
Yaa Alloh, kepada siapa aku berharap???
al-Quran menjawab:
"Cukuplah Alloh bagiku, tidka ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal" [at-Taubah ayat 129]
Yaa Alloh, aku tak sanggup :”(
al-Qur’an menjawab:
"…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya tiada berputus asa dari ramat Alloh melainkan kaum yang kafir" [Yusuf ayat 87].
Sikap seorang mukmin harusnya tertuntun al-Quran. Dan masih banyak mukmin yang sering lupa dan hilang kendali bagaimana bersikap sesuai tuntunan Islam. Nah, ini tugas bagi kita sebagai mukmin untuk saling mengingatkan. Jika kawan sebelahmu sedang ada masalah, motivasi dia, buat dia optimis menyelesaikan masalah, dan ingatkan dia agar senantiasa bertawakal kepada Alloh. Yuk, kita saling mengingatkan! :)
tulisan lepas oleh:
Dilla Wulan Ningrum
Bandung, 04 Mei 2014

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More