This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 31 Juli 2012

Rimba-Rimba BIOMOL


31 Juli 2012


Bismillahirrohmanirrohiim
Hari ini ujian Biologi Sel dan Molekuler. Setelah sukses menjadi petapa kampus, hihihi. Ya, hari ini adalah pembuktian. Dan tak bisa ditawar-tawar lagi. Jujur, tak ada persiapan untuk UAS SAT kali ini, pasalnya kemarin Dilla tidak cukup konsen untuk membaca ulang dan memahami materi yang disampaikan. Dan mata ini masih terlalu lelah untuk memagari untaian kata mengenai DNA-kromosom-transkripsi-de.el.el .
Ujian jam 13.00, tapi sebelumnya ada ramah-tamah bareng mahasiswa baru di Unpad yang dulunya dari Cianjur. Agak kurang etis juga kalau gak dateng, Dilla yang ngejarkom sama mereka, masa iya gak dateng? Tapi gimana BIOMOL Dil?! Ah, pasrah saja (ini pasrah yang tidak tepat tempatnya Yaa Alloh, astagfirullah..)

Senin, 30 Juli 2012

Mengapa Harus Bersedih? Bukankah yang Datang Pasti Pergi?


30 Juli 2012


Ah, tak banyak yang bisa ku ceritakan untuk hari ini. Cukuplah Alloh-aku-dan dia yang tahu apa yang terjadi hari ini. Tapi, yaa Alloh... Bolehkah risalah hati hari ini cukup Engkau dan hamba yang tahu? Karena Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di tempat terdalam dalam jiwa manusia, dan Engkau Maha Penjaga Rahasia atas apa-apa yang (semuanya) yang terbesit di hati ini.
Innalloha ma ana.
Innalloha ma ana.
Innalloha ma ana.
Ya, jika kita meyakini bahwa Alloh selalu ada bersama kita, mengapa kita khawatir? Jika meyakini bahwa Alloh lebih dekat dari urat leher kita, mengapa harus berteriak pada manusia saat mendapat kesedihan? Cukup teriakkan dalam hatimu, benamkan matamu, biarkan air matamu jatuh hanya di hadapan-Nya.

Minggu, 29 Juli 2012

Dan Tentu Saja, Pertemuan ini atas Izin ALLOH,,



Bismillahirrohmaanirrohiim,,
29 Juli 2012

Ah, hari ini waktunya kembali ke Jatinangor, rasanya liburan kali ini Dilla jadi salah satu makhluk yang kurang bisa menikmati kata –liburan- ini. Yah, apapun itu, liburan ini sudah dilewati.
Hari ini udah janjian mau ketemu sama teman lama, Khalida Yusria. Ya, dia temenku di –smp. Jujur sih kita emang gak pernah sekelas, bahkan history gimana kita bisa kenal nyaris nguap di memori ini. Yang aku inget, pas kelas dua smp Dilla sekelas dan lumayan deket sama Faisal, dan Faisal kenal Khalida. Titik.
Janjian jam 10.00 wib (waktu Indonesia dimana bae). Khalida mau silaturahmi ke rumah (rumah orangtua aku-red). Berhubung –doi- emang sibuk, jadi jadwal rada padat dan alhamdulillah Khalida tiba jam 10.42 (di jam aku sih jam segitu). Kesan pertama ketemu setelah sekian lama –keren banget!- . Ya, subhanalloh banget ketemu sama Khalida yang udah beda banget. Tanpa perlu mendengarnya bicara atau berpetuah, cukup lihat dari rona mukanya, kelihatan kalau dia jauh-jauh-jauh lebih dewasa.

Senin, 23 Juli 2012

Terimakasihku Guruku


Cianjur, 23 Juli 2012

Selamat Hari Anak untuk Semua Anak yang Lahir dan Tumbuh atas Kasih Sayang dan Dedikasi.
Selamat Hari Anak teman-teman. Bagaimana hari ini? Apa yang sudah bisa teman-teman perbuat untuk orang tua? Semoga apa yang kita perbuat bernilai ibadah ya. Aamiin.
Pagi ini rencananya Dilla kembali ke kampung. Eits. Ke kampung ya, bukan ke kampung halaman. Hahaha. Yup! Hari ini saatnya kembali menjadi petapa kosan dan kampus. Masih pagi sih buat ke Jatinangor, akhirnya Dilla putuskan untuk silaturahmi ke sebuah tempat dimana selama 6 tahun Dilla menjajakinya. Yup! Ke sekolah dasar. Oh my lovely SDN Pasirhayam. Begitu masuk melewati gerbang, terasa ada yang berbeda.  Luas sekolahku terasa sempit [emang aku yang ngegedein kali ya]. Dan ada yang hilang! Bangunan Belanda yang tua ternyata sudah dipugar dan diratakan menjadi lapangan. Huaaa. Sedih juga sih, tapi ya udah dipugar mau gimana lagi, masa panggil Doraemon buat pake alat yang bisa memperbaiki barang yang rusak?[ngarang!]

Mari Bercermin




Setiap manusia memiliki potensi yang dapat digunakan dan diasah untuk bertahan sekaligus meraih kesuksesan dan merasakan betapa indahnya hidup ini. Dalam perjalanannya, banyak hambatan yang dapat merusak potensi tersebut. Diantaranya pola pikir negatif yang memiliki ciri-ciri: 
1.      Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri “Saya harus begini, harus bisa begitu.” Ketika gagal, ia merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur. 
2.      Cara berpikir totalitas dan dualisme, “Kalau saya sampai gagal, bearti saya memang jelek!”
3.      Pesimistik yang futuristik. Satu saja kegagalan kecil, sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya. Misalnya mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir tidak akan lulus sarjana.
4.      Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism. Suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik.


Minggu, 22 Juli 2012

Etika Terhadap Orang Tua





diambil dari sebuah blog
Orang Muslim meyakini hak kedua orang tua terhadap dirinya, kewajiban berbakti, taat, dan berbuat baik kepada keduanya. Tidak karena keduanya penyebab keberadaannya atau karena keduanya memberikan banyak hal kepadanya hingga ia harus berbalas budi kepada keduanya. Tetapi, karena Allah Azza wa Jalla mewajibkan taat, menyuruh berbakti, dan berbuat baik kepada keduanya

Bahkan, Allah Ta‘ala mengaitkan hak orang tua tersebut dengan hak-Nya yang berupa penyembahan kepada Diri-Nya dan tidak kepada yang lain.

Allah Azza wa Jalla berfirman,
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
(Al-Isra’: 23).

Allah SWT berfirman,
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
(Luqman: 14).

Malin Kundang yang Terjebak di Dimensi :WAKTU



Selamat datang teman-teman,, lama gak nulis yah,, kangen juga,, :’)
Besok tanggal berapa? 23! Besok hari apa? Hari senin!
Ya kali Dilla juga tau,,
Besok peringatan hari anak kan??

Yuk teman, kita bercermin. Tak perlu memperhatikan bayangan orang lain, cukup bayangan kita saja.

Apa esensi dari peringatan hari anak sih? Apakah ini ceremonial kebebasan kita sebagai anak? Atau momen dimana kita diperlakukan bak kaisar?

Senin, 16 Juli 2012

Terimakasih, kau membuatku tersadar.




Senin, 16 Juli 2012
Hari ini saudaraku Putia Sekarlati atau lebih akrab dipanggil Puti akan mengikuti ujian masuk ke sebuah perguruan tinggi di daerah Taman Sari. Seperti yang kujanjikan beberapa hari sebelumnya, aku ingin menemaninya mengikuti ujian. Walaupun dipastikan aku tidak menemaninya mengikuti ujian, setidaknya aku bisa menyemangatinya sebelum ujian. Yah, bagi seorang pejuang bangku kuliah, beban mental nampaknya menjadi hambatan terbesar. Kebetulan jadwalku kosong, akhirnya aku menemaninya ujian.
Puti adalah saudara (sepupu) dari ayahku. Usia kami terpaut 2 tahun, dia anak yang ceria namun hobi menggalau [gak jauh sama aku sih,,hahaha]. Aku menunggu dia keluar ujian sampai pukul 10.30, setelah dia selesai menyelesaikan ujian, kami memutuskan untuk pergi ke Bandung Indah Plaza, lalu hunting buku ke Gramedia, terakhir hangout ke BEC. Senang sekali bisa menemani dia main-main di Bandung, entah mengapa ada kebahagiaan tersendiri saat itu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More