This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 26 Februari 2014

Kurikulum Pendidikan #1


Bismillahirrohmaanirrohiim.
Jika kita membuka al-Quran lalu membaca kisah Luqman maka kita akan mendapai nilai luhur tentang pendidikan terhadap anak. Inilah nilai-nilai yang harus ditanamkan pada masa pengenalan pendidikan terhadap anak.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’ ” [Luqman : 13]
Secara jeli ayat ini mengajarkan pada kita agar hal yang pertama kali kita ajarkan pada anak adalah mengenai ketauhidan. Laa ilaaha illalloh sudah ditanamkan sejak dini. Luqman memberi pelajaran pada anaknya agar tidak menyekutukan Alloh, karena syirik merupakan dosa yang sangat besar. Dalam ruang lingkup kecil yaitu keluarga, Luqman sudah mencontohkan bahwa pendidikan dini bagi anak adalah mengenalkan Alloh dan menanamkan kesetiaan penghambaan hanya pada Alloh. Dalam lingkup jamaah yang lebih besar, ini pula strategi dakwah yang Rosululloh ajarkan. Yang Rosululloh ubah dari paradigma orang-orang Quraisy adalah mengenai kemurnian aqidah agar mereka menyembah hanya pada Alloh saja. Selama kurang lebih 13 tahun Rosululloh berdakwah untuk memurnikan aqidah, karena jika aqidah kita telah lurus dan murni hanya pada Alloh saja, maka ketaatan kita sudah terbentuk. Artinya ketika Alloh memberikan aturan apapun, maka jiwa ini tak akan menolak sedikitpun. Aqidah menjadi pondasi utama dalam setiap jiwa manusia. Manusia tanpa aqidah yang benar maka tidak benar pulalah segala amalannya. Kalimat Laa ilaaha illalloh merupakan bentuk penghapusan segala macam Illah (sembahan) lalu membuat pengecualian yaitu hanya Alloh. Artinya jika kita memilih aqidah Islam atau aqidah terhadap Alloh, maka kita harus menghapuskan segala jenis Tuhan. Dengan kata lain aqidah itu ada dua jenis yaitu aqidah Tauhid dan aqidah Syirik. Aqidah Tauhid adalah aqidah yang murni pada Alloh sedangkan aqidah Syirik adalah aqidah yang selain pada Alloh. Kenyataannya, Tuhan itu banyak karena manusia sendirilah yang membuat mereka menjadi Tuhan. Pada zaman Nabi Ibrohim as. Tuhan diwujudkan dalam bentuk berhala. Lalu Nabi Ibrohim as. atas petunjuk Alloh menghancurkan tuhan-tuhan tersebut. Perlu menjadi catatan bahwa Nabi Ibrohim as. bukan sekedar menghancurkan tuhan-tuhan dalam bentuk fisik yakni berhala, tapi juga beliau menghancurkan aqidah syirik masyarakat yang dikuasai oleh Raja Namrud pada saat itu. Berhala hanya menjadi simbol fisik dari aqidah syirik yang mereka yakini saat itu, maka dari itu misi utama semua Rosul termasuk Ibrahim as. adalah menyeru manusia agar menyembah Alloh semata. Lalu kita beralih pada kisah Musa as.. Beliau adalah Rosul yang diutus untuk memurnikan aqidah juga. Pada saat itu Fir’aun -menuhankan- dirinya. Tapi kenyataannya ternyata masyarakat menjadikan ia tuhan bukan dengan cara menyembah, berjampi-jampi dengan menyebut namanya. Cara masyarakat menjadikanFir’aun tuhan adalah dengan mentaati segala aturan yang ia buat karena ia memiliki kekuasaan penuh atas wilayah dan masyarakat. Berbicara mengenai kekuasaan, aturan, berarti berbicara masalah tatanan dan sistem. Musa memurnikan aqidah, menyeru agar manusia menyembah Alloh, tunduk dan patuh atas segala perintah Alloh yang disampaikan melalui Risalah yang ia bawa. Dari kisah Ibrohim as. dan Musa as. kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa yang disebut dengan tuhan-tuhan selain Alloh bukan hanya bentuk fisik berhala saja, melainkan juga penguasa yang berkuasa tidak atas aturan yang Alloh berikan. Jika kita menyembah tuhan-tuhan ini maka aqidah kita bukanlah aqidah Tauhid melainkan aqidah syirik. Na’udzubillah.
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” [an-Nahl 36]
Dalam ayat ini jelas dituliskan bahwa misi semua Rosul ialah menyeru agar manusia menyembah Alloh dan menjauhi Thaghut. Apa Thagut itu?
1. Thagut adalah syaitan (yang membelokkan) baik itu dari kalangan jin maupun manusia
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” [al-An’am 112]
“ ‘Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu’ “[Yaasiin 60]
2. Thagut adalah penguasa yang zhalim
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” [an-Nisaa 60]
3. Orang-orang yang memutuskan selain dengan apa yang diturunkan Alloh
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [al-Maidah 44]
4.Orang-orang yang mengetahui hal ghaib selain Alloh
“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.” [Jin 26]
5. Orang yang diibadati, dan ia ridha dengan peribadatan itu.
Masalah aqidah ternyata bukan masalah sepele. Jika merupakan masalah sepele rasanya tidak mungkin jika syirik menjadi dosa pertama yang sulit diampuni. Karena ternyata menjadikan –yang selain Alloh- menjadi tuhan itu sangat mudah jika kita tidak beriman. Menjadikan harta, kekuasaan, tahta, sebagai tuhan menjadikan aqidah kita melenceng dari aqidah sesungguhnya yang bisa menghantarkan kita ke syurga. Maka dari itu perlu kita mengecek ulang wujud ikatan kita dengan Alloh. Perlu kita memahami lagi bagaimana ikatan antara ‘abid dengan Ma’bud, antara makhluk dengan Kholiq.
Pertanyaan selanjutnya adalah terkait metode pendidikan yang kita (sebagai orangtua) terapkan dalam penyampaian ini? Bagaimana cara kita mengenalkan Alloh terhadap anak-anak padahal Dia Maha Ghaib? Sempat saya heran, anak kecil (khususnya) paling takut dengan yang namanya hantu. Dengan cara menakut-nakuti, visualisasi buruk rupa para hantu, dan kisah-kisah yang dusuguhkan media menjadikan mereka mengenal sekaligus merasa takut terhadap hantu. Padahal kenyataanya mereka belum pernah melihatnya, bahkan karya/bentuk ciptaan yang dibuat oleh para hantu itupun tidak ada. Tapi mengapa mereka takut? Pertanyaan saya adalah bagaimana kita mengenalkan Alloh pada anak-anak? Bukan agar mereka takut, melainkan agar menjadikan mereka taat terhadap-Nya. Bukan agar mereka merasa ngerik, melainkan agar mereka mencintai-Nya. Benar saya belum menikah, pun belum memilki seorang anak, tapi ini menjadi PR penting bagi saya karena kelak (insya Alloh) kita sebagai perempuan akan menjadi Madrasah bagi anak-anak kita, kita akan menjadi Ensiklopedia ternyaman yang bisa mereka dapatkan informasi disana. Jadi, bagaimana cara kita mengenalkan Alloh pada anak-anak kita kelak? Bagaimana menanamkan rasa cinta dan kepatuhan mereka terhadap Sang Pencipta? Tulisan ini masih belum selesai, inysa Alloh kalau saya mendapat ilmu baru dan menemukan jawabannya maka tulisan ini akan diperbaiki. Mudah-mudahan.
Kita ambil satu kesimpulan bahwa Aqidah Tauhid merupakan “mata pelajaran” pertama dan utama yang harus dikenalkan orangtua terhadap anak-ananya. Dan untuk mata pelajaran seterusnya inysa Alloh akan saya tulis di tulisan selanjutnya.
ditulis oleh : dwndilla
Jatinangor, 26 Februari 2014

Selasa, 25 Februari 2014

#Cantik

#Cantik
#Cantik itu muslimah yang rambutnya terjaga, tertutup, dan hanya makhromnya yang bisa membelainya
#Cantik itu muslimah yang wajahnya bercahaya karena dibasuhi air wudhu karena senantiasa menjaga wudhunya
#Cantik itu muslimah yang pikirannya senantiasa berpikir untuk beribadah pada Alloh, isi otaknya adalah sesuai tuntunan Quran dan Sunnah
#Cantik itu muslimah yang senantiasa menjaga pandangan dari segala hal yang tak berhak dipandangnya
#Cantik itu muslimah yang membiarkan suaminya menjadi penatap sejati mata indahnya, tidak membiarkan mata “haram” menatap lama matanya
#Cantik itu muslimah yang sinar matanya menyejukkan hati, mendamaikan, dan menenangkan, dan sinar mata yang menunjukkan sejuta harapan
#Cantik itu muslimah yang membiarkan hidungnya menjadi pencium bau keringat suaminya yang bekerja keras di jalan-Nya
#Cantik itu muslimah yang menjadikan hidungnya sebagai detektor masakan yang ia buat khusus untuk orang-orang yang ia cintai
#Cantik itu muslimah yang bibirnya senantiasa dibasahi doa untuk orang tua, saudara, dan suami serta orang-orang yang berarti dalam hidupnya
#Cantik itu muslimah yang bibirnya selalu membaca kalam-Nya di tengah kesibukannya, apapun itu kesibukannya
#Cantik itu muslimah yang membiarkan bibirnya sebagai sumber suara yang menjadikan semangat baru untuk orang-orang di sekitarnya
#Cantik itu muslimah yang selalu menjatuhkan dahinya di tempat sujud, berserah diri dan senantiasa memohon ampun di setiap sujudnya
#Cantik itu muslimah yang menjadikan telinganya sebagai penangkap sinyal keluh kesah suaminya saat ia dalam masalah
#Cantik itu muslimah yang selalu mendengarkan lantunan ayat suci al-Quran dalam suasana hati seperti apapun, kalam-Nya ia jadikan nutrisi
#Cantik itu muslimah yang menundukkan kepala manakala orangtua ataupun suaminya memberikan nasehat jika ia melakukan kesalahan
#Cantik itu muslimah yang menjadikan bahunya kuat untuk dijadikan sandaran ibu, ayah, suami, dan saudara saat mereka tengah bersedih
#Cantik itu muslimah yang mengokohkan bahunya untuk menopang anak-anaknya, menjadikan bahunya kuat untuk menanggung amanah sebagai ibu
#Cantik itu muslimah yang lengannya mendamainkan saat ia merangkul saudara, menenangkan saat memeluk orang-orang yang ia cintai
#Cantik itu muslimah yang membiarkan tangannya hanya disentuh dan menyentuh makhromnya, menjadikan jemarinya nyaman untuk menyentuh mereka
#Cantik itu muslimah yang tangannya terampil menjawab selera lidah ibu, ayah, suami, anak, dan saudara-saudaranya
#Cantik itu muslimah yang tangannya selembut salju saat membelai orang-orang yang ia cintai, sentuhannya membuat mereka merasa tenang
#Cantik itu muslimah yang tangannya setegar karang saat menggenggam tangan suaminya, tangannya tak rapuh saat berjuang bersama di jalan-Nya
#Cantik itu muslimah yang perutnya ramping saat diberi nafkah dari suami, tak rakus terhadap duniawi, menerima seberapapun yang suami beri
#Cantik itu muslimah yang perutnya hanya mau diberi makanan halal, tak membiarkan keharaman singgah di perutnya
#Cantik itu muslimah yang kakinya bergerak cepat dan sigap terhadap perintah yang diberikan orangtua ataupun suaminya
#Cantik itu muslimah yang kakinya kuat untuk berlari saat membersamai keluarganya dalam perjuangan di jalan-Nya
#Cantik itu muslimah yang setiap langkahnya hanya untuk membersamai atau menuntun orang-orang yang dicintainya sehingga menuju ridha-Nya
#Cantik itu muslimah yang suaranya indah didengar saat ia bertutur pada orangtua, suami, atapun pada anaknya
muslimah #Cantik itu jiwanya terjaga, raganya terhijab, tuturnya tertuntun, pikirannya terarah, matanya tertawan, hatinya tertunduk pada-Nya
#Cantik itu bukan hanya berbicara masalah fisik, ada yang lebih dari itu yakni akhlak yang tertuntun oleh aturan-Nya
#Cantik bukan berbicara masalah asesoris yang tertempel di wajah, tapi berbicara masalah pancaran jiwa yang otomatis terpancar di rona wajah
muslimah #Cantik berdandan atas perintah suami, dilihat untuk suami, dan menyenangkan pandangan suami, bukan untuk bertabarruj
karena #Cantik itu melekat pada jiwa, bukan raga | #Cantik terpancar dari jiwa | #Cantik terlihat dari akhlak dan prinsip
yuk! kita jadi muslimah #Cantik yang berkarakter, berakhlak sholihah, berprinsip, dan berpandangan sesuai tuntunan-Nya :) :)
tweets dari akun saya @dwndilla

Minggu, 23 Februari 2014

Jangan Meminta Kebahagiaan



Bismillahirrohmaanirrohiim
Kebahagiaan – kata yang selalu menjadi dambaan setiap insan dimanapun ia berada, bukankah begitu? Ketika ditanya “apa yang kau inginkan?” sering kita menjawab “aku ingin bahagia”. Definisi “bahagia” sangatlah beragam, tergantung standar masing-masing orang yang ditanya. Ada yang menjadikan standar kebahagiaan itu adalah kesuksesan karir, kesuksesan akademik, kesuksesan politik, kesuksesan bisnis, kesuksesan berkeluarga, kesuksesan dalam beribadah, atau kesuksesan di akhirat. Ternyata standar kebahagiaan manusia itu beda-beda, tapi percayalah bahwa standar kebahagiaan muslim yang sebenar-benarnya muslim adalah sama, yaitu : bahagia menghambakan diri hanya pada-Nya dan bahagia mendapat ridha-Nya.
Percayakah kau bahwa bahagia adalah dampak otomatis? Bukan hasil yang menjadi tujuan? Misalnya jika seorang anak sekolah dia belajar bersungguh-sungguh agar mendapat peringkat terbaik di sekolahnya, lalu ia mendapatkan setelah ia bersusah payah belajar. Apakah ia bahagia setelah menjadi pelajar terbaik di sekolahnya? Jawabannya YA. Jadi, bukan bahagia yang dia kejar, tapi menjadi juara satu-lah tujuannya, dan mana kala ia mendapatkannya maka kebahagiaan secara otomatis ia gapai. Tapi ada juga orang yang tidak bahagia meskipun tujuannya sudah tercapai. Apa misal? Koruptor. Tujuannya menjadi manusia kaya raya tak membuatnya bahagia. Apa sebab? Ruh sucinya tidak sejalan dengan jiwa kotornya. Itulah selalu muncul penolakan dan penyesalan dalam dirinya. Akibat ke-tidak-tenangan dirinya makanya ia mudah diendus hukum di negeri ini. Dan perlu kita garis bawahi. Keberhasilannya itu datang setelah ia berusaha sekuat tenaga.
Sering kita mendengar pepatah ini “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian”
Coba bayangkan bagaimana ia berusaha setengah-setengah? Sulit mendapati tujuan itu bukan? Lalu bagaimana jika dia tidak tahan banting dalam upaya yang ia kerjaan? Jadi tidak maksimal bukan? Lalu masihkah perlu kita memohon, meminta pada Alloh agar diberi kebahagiaan. Saya terkesan dengan kalimat yang teman saya lontarlan “Jangan meminta diberi kebahagiaan, tapi mintalah agar diberi kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi ujian”. Bukankah kita akan mendapati jalan turun setelah kita bersusah payah menapaki jalan menanjak? Bukankah pelangi akan muncul setelah hujan? Bukankah kebahagiaan muncul setelah ujian? Bukankah bahagia muncul setelah berjuang? Sesungguhnya ujian adalah sebuah keniscayaan dalam hidup ini, manakala kita gagal dalam ujian itu kita akan menjadi sedih dan merasa tak berarti berada di dunia ini, namun manakala kita berhasil menyelesaikan ujian ini maka kita akan merasa bahagia. Jika kita memohon diberi kebahagiaan, lantas Alloh malah menguji kita, nafsu kita akan menggerutu “mengapa Alloh menguji sedangkan aku meminta kebahagiaan?” Astagfirulloh.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadanya, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (al-Baqoroh 155)
Jadi, mulai saat ini kita revisi doa kita. bukan lagi “Yaa Alloh berikan hamba kebahagiaan” melainkan ? “Yaa Alloh berikan hamba kekuatan, ketabahan, dan kesabaran  dalam menghadapi segala ujian yang Kau berikan”
dwn - terinspirasi dari nasehat kan Sakim dalam sebuah diskusi.

Ukhuwah

Ukhuwah
Bismillahirrohmaanirrohiim,
Alloh mengutus Rosululloh saw. Sebagai pemberi petunjuk, pembimbing, pengajar, penebar kedamaian, pemersatu, dan bukan pemecah-belah.
Ketika Rosululloh datang, umat ini menjadi bersatu di atas agama yang satu, yakni Islam yang diridhoi-Nya.
“Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloj dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu ketika dahulu kamu bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatujan hati-hatimu, dan dengan nikmat Alloh-lah kamu menjadi orang-orang yang bersaudara” – ali Imran 103.
Betapa mahalnya ukhuwah ini!
“Dan Dia (Alloh) yang mempersatukan hati-hati mereka (kaum mukmin). Seandainya kamu membelanjakan dunia dan seisinya, niscaya kamu tidak akan dapat mepersatukan hati mereka, akan tetapi Alloh-lah yang mempersatukan hati mereka.” – al-Anfal 63.
Ukhuwah adalah ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta, dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang dimana keterpautan itu ditautkan oleh ikatan aqidah.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu saudara” – al-hujurat 10.
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya dalah laksana bangunan yang saling menguatkan bagian satu dengan bagian lainnya” – HR. Bukhari dan Muslim.
Manfaat Ukhuwah:
  1. Mendapatkan rasa manis iman
“Tiga perkara yang barangsiapa mendapatinya, dia akan merasakan manisnya iman, yaitu dia mencintai Alloh dan Rosul-Nya melebihi daripada kecintaan kepada selain keduanya, dia mencintai saudaranya, dan tidaklah mencintainya melainkan karena Alloh, dia membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia membenci untuk dilemparkan ke dalam an-Naar” – HR. Bukhari dan Muslim
  1. Alloh akan melindungi dan menaungi pada hari Kiamat
  2. Mencintai karena Alloh akan mendatangkan iman yang kemudian akan menghantarkannya ke surga
“Kalian tidak akan masuk al-jannah sampai kalian beriman. Dan kalian belum dikatakan beriman sampai kalian saling mencintai … “ – HR. Muslim
  1. Ukhuwah akan melahirkan akhlaq mulia
  2. Ukhuwah akan memperkokoh kekuatan kaum muslimin sehingga akan terwujudlah kejayaan Islam.

Sabtu, 22 Februari 2014

Ciri-Ciri Orang Fasiq


Bismillahirrohmaanirrohiim
Membaca catatan-catatan di buka yang ditulis pada Agustus 2012 <sudah cukup lama ternyata>. Tiba-tiba terpaku dan merenungi diri ini “Ah, mengapa dulu aku senang sekali membaca buku ataupun artikel yang selalu menjadi cambuk bagiku? kemana diriku yang dulu?”.
Ada beberapa catatan yang sempat dilla tulis di buku catatan, dan kembali dilla membaginya untuk teman-teman. Semoga ada manfaatnya :) .
Saat membaca surat al-Baqoroh, kita akan menemukan ayat mengenai ciri-ciri orang kafir dan munafik, namun pada ayat yang berkaitan juga terdapat banyak kata fasiq. Ancamana luar binasa yang Alloh janjikan bagi orang kafir, munafik, dan fasiq adalah neraka. Nau’udzubillah. Nah, kita harus mengetahui ciri-ciri orang fasiq itu seperti apa. Jangan sampai kita kepedean merasa diri ini muslim padahal perilaku kita lebih mirip dengan orang fasiq. Bismillah, mari kita renungi …
Fasiq/Fasik (Bahasa Arab: فاسق) berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu/yafsuqu-fisqan-fusûqan.
Secara etimologis (bahasa), dalam ungkapan Arab, fasiq maknanya adalah keluar dari sesuatu atau keluar/menyimpang dari perintah.
Secara terminologis (istilah), orang fasiq adalah orang yang menyaksikan tetapi tidak meyakini dan melaksanakan. Ia juga bermaksud melakukan maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan menyimpang dari jalan yang benar.

Fasiq juga berarti menyimpang dari agama dan cenderung pada kemaksiatan; sebagaimana iblis melanggar (fasaqa) perintah Allah, yakni menyimpang dari ketaatan kepada-Nya.Atau orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi senantiasa berbuat dosa/kemaksiatan.
Allah SWT berfirman: “Sujudlah kamu kepada Adam; lalu mereka sujud melainkan iblis; dia adalah berasal dari golongan jin, lalu dia menderhaka terhadap perintah Tuhannya.” (al-Kahfi :50). Dalam ayat di atas, frasa berbuat fasiq terhadap perintah Tuhannya ertinya keluar dari ketaatan kepada-Nya.
Fasiq juga berarti keluar dari kebenaran. Karena itu, fasiq kadang-kadang berarti syirik dan kadang-kadang berarti berbuat dosa. Seseorang dikatakan fasiq jika ia sering melanggar aturan/perintah. Fasiq juga berarti keluar dari sikap istiqamah dan bermaksiat kepada Tuhan.
Ciri-ciri Orang yang Fasiq
1. Tidak berhukum dengan hukum Allah
“Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq.” (al-Maidah : 47)
2. Mempersoalkan perbandingan Allah
“Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perbandingan apa sahaja, (seperti) nyamuk hingga ke suatu yang lebih daripadanya (kerana perbuatan itu ada hikmahnya), iaitu kalau orang-orang yang beriman maka mereka akan mengetahui bahawa perbandingan itu benar dari Tuhan mereka dan kalau orang-orang kafir pula maka mereka akan berkata: Apakah maksud Allah membuat perbandingan dengan benda ini? (Jawabnya): Tuhan akan menjadikan ramai orang sesat dengan sebab perbandingan itu dan akan menjadikan ramai orang mendapat petunjuk dengan sebabnya dan Tuhan tidak akan menjadikan sesat dengan sebab perbandingan itu melainkan orang-orang yang fasiq”. (al-Baqarah : 26)
3. Larangan Mempercayai Orang yang Fasiq
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasiq membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.” (al-Hujurat : 6)
4. Allah tidak akan memberi petunjuk hidayah
“(Orang-orang munafik itu) sama saja engkau meminta ampun untuk mereka atau engkau tidak meminta ampun bagi mereka. Jika engkau (wahai Muhammad) meminta ampun bagi mereka tujuh puluh kali (sekalipun) maka Allah tidak sekali-kali mengampunkan mereka; yang demikian itu, kerana mereka telah kufur kepada Allah dan RasulNya; dan Allah tidak akan memberi petunjuk hidayah kepada kaum yang fasiq.” (At-Taubah : 80)
5.  Azab Neraka Balasan Orang yang Fasiq
“(Jika demikian halnya) maka adakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasiq? Mereka tidaklah sama (dalam menerima balasan). Adapun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka akan beroleh Syurga tempat tinggal yang tetap sebagai balasan bagi apa yang mereka telah kerjakan. Dan sebaliknya orang-orang yang fasiq, maka tempat kediaman mereka ialah Neraka; tiap-tiap kali mereka hendak keluar dari Neraka itu, mereka dikembalikan kepadanya, serta dikatakan kepada mereka: Rasalah azab Neraka yang kamu sentiasa mendustakannya di dunia dahulu.” (As-Sajadah : 18-20)
dwn [dari berbagai sumber]

Ciri-Ciri Orang Munafiq


Bismillahirrohmaanirrohiim
Selanjutnya mengenai orang munafiq, mari kita identifikasi!
Munafiq adalah sebutan bagi orang yang berbuat nifaq. Nifaq diambil dari kata nafiqa’ yang artinya membuka satu sisi dan menutup sisi lainnya. Salah satu sifat ini tercantum dalam al-Baqoroh : 14 "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka menjawab, ‘Kami telah beriman’ Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata ‘Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok’ "
Ciri-ciri Munafiq
1. Berdusta dan Menipu kepada Alloh
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (an-Nisaa : 142)
"Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh’ Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)" (at-Taubah : 75-76).

2. Mengejek Agama Alloh, Rosul, dan Al-Quran

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (an-Nisaa : 142)
"Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi." (at-Taubah : 74).
3. Membenci Rosul
"Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi." (at-Taubah : 74)
4. Tidak Percaya pada Janji Alloh dan Rosul-Nya
"Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :"Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya." (al-Ahzab : 12)
5. Tidak Mau Melaksanakan Perintah Alloh
Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu.” Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).” Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.” (al-Ahzab : 13)
dwn [dari berbagai sumber]

Jumat, 21 Februari 2014

Hal-Hal yang Membatalkan Keislaman

Bismillahirrohmaanirrohiim..
Catatan ini ditulis pada September 2012, sebagai bahan rebungan kembali, dan sekedar membagi dengan teman-teman, maka dilla cantumkan ini disini.
Rukun Islam, berkaitan dengan ibadah dan amalan. Syahadat sebagai syarat seseorang berislam, sholat sebagai tiang agama, zakat sebagai pembersih jiwa dan harta, shaum sebagai media pengendali diri, dan ibadah haji sebagai penyempurnanya. Ada syarat sah sholat-zakat-puasa-ibadah haji. Lalu adakah syarat sah seseorang bersyahadat? Atau dengan kata lain adakah syarat sah seseorang berislam? Pertanyaan lain, adakah hal-hal yang membatalkan keislaman seseorang? Mengapa pada sholat, zakat, puasa, haji ada hal-hal yang bisa membatalkannya. Baik itu menggugurkan pahalanya ataupun amalannya. Saat itu, dilla merasa “harusnya ada!” Lalu dilla mencari dari beberapa sumber, dan inilah hasilnya. Ternyata ada hal-hal yang bisa membatalkan keislaman seseorang. Silakan dibaca, semoga kita terhindar dari segala hal yang dapat menggugurkan keislaman kita. Aamiin
1. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Alloh subhanahu wa ta’ala
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. " (an-Nisaa : 48)
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. " (an-Nisaa 116)


2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasilah (perantara) dalam doa, syafa’at, dan tawakal.

3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka.
4. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad saw. lebih sempurna dan lebih baik. Menganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syaro’at Rosululloh saw.,  meyakini undang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik daripada syari’at Islam, maka ia telah kafir. Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atah bahkan beranggapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi.

5.  Membenci hal-hal yang berasal dari  Rosululloh saw., walaupun mengamalkannya.
"Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. " (Muhammad : 9)

6. Mengolok-ngolok sebagian ajaran yang dibawa Rosululloh saw.
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. " (at-Taubah : 65-66)

7. Melakukan sihir, karena pelakunya adalah orang kafir.

8. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. " (al-Maidah : 51)

9. Beranggapan bahwa sebagian orang boleh keluar dari sebagian syariat atau ajaran Muhammad saw.
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (ali Imran : 85)
10. Berpaling dari agama Alloh, tidak mempelajarinya, dan tidak mengamalkannya.
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. " (as-Sajdah : 22)
dwn [dari berbagai sumber]

Jumat, 14 Februari 2014

Sejarah Valentine Day, Maksiat Berbungkus Hari Kasih Sayang


Oleh: Hj. Irena Handono
Meski nasihat-nasihat, imbauan-imbauan para ulama, ustadz-ustadzah tentang Valentine selalu didengungkan tiap bulan Pebruari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpemahaman salah tentang Valentine’s Day.
Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tidak disadari para orang tua.
Tiap bulan Pebruari remaja yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung dalam peringatan tersebut, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka. “Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja….” begitu kata mereka.
Tanggal 14Pebruari dikatakan sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Apa benar? Mari kita tilik sejarahnya.
Siapakah Valentine?
Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.
PERTAMA, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II(265-270).Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.
KEDUA, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius IIdengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.
KETIGA, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.
Ucapan ”Be MyValentine”
Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata“Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be myValentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala.
Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Tradisi penyembah berhala
Sebelum masa kekristenan, masyarakatYunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Mereka memiliki perayaan/pesta yang dilakukan pada pertengahan bulan Pebruari yang sudah menjadi tradisi budaya mereka. Dan gereja menyebut mereka sebagai kaum kafir.
Di zaman Athena Kuno, tersebut disebut sebagai bulan GAMELION.Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Sedangkan di zaman Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA sebagai peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.
Perayaan ini berlangsung dari 13hingga 18 Pebruari, yang berpuncak pada tanggal 15.Dua hari pertama (13-14Februari) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Love Lottery/Lotre pasangan, di mana para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festival berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma, tradisi ini menyebar dengan cepat ke hampir seluruh Eropa.
Hal ini menjadi penyebab sulitnya penyebaran agama Kristen yang saat itu tergolong sebagai agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja makadiadopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. MakaPaus Gelasius Ipada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini menjadi Saint Valentine’s Day.
Ini adalah upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan posisi dewa-dewa pagan dan mengambil St Valentine sebagai sosok suci lambang cinta.
Ini adalah bentuk sinkretisme agama, mencampuradukkan budaya pagan dalam tradisi Kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius pada 14Pebruari di tahun 498.
Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakatsetempat jika mereka dibiarkan merayakan perayaan di hari yang sama hanya saja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini StValentino sebagai pejuang cinta kasih. Melalui kelihaian misionaris, Valentine’s Day dimasyarakatkan secara internasional.
Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakatdi zaman Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga kini Gereja Katholik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya StValentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan secara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.
Valentin di Indonesia
Valentine’s Day disebut ‘Hari Kasih Sayang’, disimbolkan dengan kata ‘LOVE’. Padahal kalau kita mau jeli, kata‘kasih sayang’ dalam bahasa inggris bukan ‘love’ tetapi ‘Affection’. Tapi mengapa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia dan Malaysia, menggunakan istilah Hari Kasih Sayang. Ini penyesatan.
Makna ‘love’ sesungguhnya adalah sebagaimana sejarah LUPERCALIA pada masa masyarakat penyembah berhala, yakni sebuah ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tidak memperingati kasih sayang tapi memperingati love/cinta dalam arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Dayadalah HARI SEKS BEBAS.
Dan pada kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang saat ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini mulai ditinggalkan. Maka, semua ini adalah upaya pendangkalan akidah generasi muda Islam.
Inilah yang dikatakan Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935): “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang Kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”

Kamis, 13 Februari 2014

Nia-Gita-Agis-Sarah-Erna

Bismillahirrohmanirrohiim
Baru 4 hari selepas kepulangan dari KKN, berkeliaran di sekitar rumah di Cianjur, dan dipertemukan dengan beberapa teman SD. Sempat kurang mengerti mengapa dipertemukan dengan teman-teman yang sudah menikah, bahkan Dilla bertemu saat mereka menggendong anak-anak mereka yang masih bayi.. sempat husnuzhon “mudah-mudahan pertanda bisa cepat nikah” hehehehe.
Pertemuan pertama dengan Erna, teman SD seperjuangan dari kelas 1-6. Erna sudah menikah dan sekarang tengah mengandung 9 bulan. Sudah lama kami tak bertemu, dan saat bertemu ternyata dalam keadaan dia sedang mengandung. Aaak. Rasanya sedikit sulit dipercaya, badannya yang sama-sama ramping (read:kurus) dengan badanku ternyata kuat untuk menopang utun yang diprediksi berbobot 3,2 kg ini. Yaa Alloh, permudahkan teman hamba saat persalinan nanti. Anaknya diprediksi laki-laki, itu berdasarkan hasil USG. Semoga dedek bayinya jadi anak sholeh dan cerdas!
Pertemuan kedua dengan Agis. Agis mungkin menjadi teman yang palind diingat karena setiap ujian kami duduk satu meja. Beberapa bulan lalu Dilla bertemu dengan Agis dan Mamahnya di depan rumah. Saat itu Agis tengah mengandung 8 bulan. Dan saat kami bertemu beberapa hari lalu, Agis tengah menggendong bayinya yang baru berusia 4 bulan. Perempuan, dan sangat lucu.
Pertemuan ketiga dengan Sarah. Sarah adalah temen seperjuangan penggemar film-film India dulu saat kita SD. Sarah penggemar Salman Khan, dan Dilla penggemar Amir Khan. Gadis manis eksotis berbulu ini sekarang sudah menjadi seorang Ibu. November 2012 dia menikah, dan sekarang sudah punya anak. Badan Sarah sama-sama kurus dengan badanku. Persalinannya dilakukan secara normal. Bahkan sekarang badan Sarah tak berubah, masih terlihat seperti anak SMP .___. , masih kurus seperti badanku. Dari mulut Sarah-lah Dilla mendapat kabar kalau ternyata Gita juga sudah menikah, dan anaknya sudah berusia sekitar 2 tahun. Allohu akbar!
Pertemuan keempat dengan Nia.  Nia juga teman dekat saat SD. Saat kelas 5 dulu kami duduk satu meja dan satu kursi (karena kursinya panjang). Pernikahan Nia sudah Dilla ketahui. Juni 2011 menjadi tanggal sejarah bagi Nia dan suaminya. Sekarang anaknya sudah besar. Kalau lihat Nia, jadi keingat Yusuf. Saat kelas 5 dulu Dilla jadi makcomblang cinta mereka, bahkan sampai mereka putuspun Dilla kebawa-bawa juga. Hehe. Dan sekarang Nia sudah menikah, memiliki pasangan hidup. Begitupun dengan Yusuf. Yusuf telah memilih wanita yang menjadi ibu bagi anak-anaknya. Yusuf menikah di Sukabumi, hanya itu yang Dilla tahu.
Perkara jodoh, rezeki punya anak, hanya Alloh yang Tahu. Dengan siapa ia hidup, hanya Alloh yang Tahu. Empat teman yang bertemu ini mendoakan semoga selanjutnya Dilla segera dipertemukan dengan imam yang siap membimbing. Dilla aamiin-i, makasih ya teman-teman atas doanya. Tiba-tiba terbayang, suatu hari nanti reunian udah pada bawa anak. Atau jika terjebak di lingkungan yang sama mungkin nanti Erna, Gita, Nia, Agis, Sarah akan bersamaan mengantar anak-anak mereka untuk bersekolah di tempat mereka sekolah dulu. Rasanya lucu dan jadi malah senyum-senyum sendiri membayangkannya. Hihihi.
Siapa ya yang menikah selanjutnya? Alloh yang Tahu

Senin, 10 Februari 2014

Ansiklopedi(lla)

Bismillahirrohmaanirrohiim.
30 hari ini terlewati juga! Alhamdulillah, kegiatan liburan 3 sks (read : KKNM) di Desa Pasirkiamis selesai juga. 08 Januari 2014 menjadi awal kedatangan kami, 18 kurcaci asal Unpad yang siap membuat kerusuhan di Pasirkiamis, Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut. Tugas-tugas kampus agar kami “belajar dari masyarakat” kami coba lakukan sebaik mungkin. Berawal dari mencari data-data orientasi-potensi-masalah yang ada di desa ini mulai dari segi pemerintahan, perekonomian, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, dan keagamaan. Lalu mulai merambah tugas menjadi pengganti sekretaris desa, mengajar di pengajian, sd, tk/paud, lalu menjadi petani, dan menjadi pengrajin alumunium. Kepegalan kaki dan kepegalan tangan serta keserakan suara nampaknya memang menjadi hal yang lumrah bagi kurcaci-kurcaci ini.
Bisa jadi KKNM ini menjadi acara liburan dengan 3 sks. Bagaimana tidak? Hampir setiap weekend ataupun weekday kami habiskan dengan kegiatan “wisata”. Mulai dari main dan belanja di Garut kota, ke Ramayana, Wisata Kuliner malam hari, cari Bakso palin terkenal di Garut, Situ Bagendit, Kawah Drajat, sampai pantai Santolo juga kami jamahi.
Terlalu banyak peristiwa yang membuat rasa saling memiliki ini menjadi lebih kuat. Mulai dari kegiatan “saling menemani” ke kamar mandi ataupun ke lantai dua gegara rumah yang terkesan horror, Fariz yang galau terus gegara pacarnya dikecengin kordes Cilawu, terus Fariz yang jatuh dari motor dan kita rawat dan kita jaga, Ratna yang minta ditemenin nyanyi dan digitarin malem buta cuman buat kejutan ulang tahun pacarnya, Nessa yang curhat masalah cowoknya, Insiden Daniel yang jatuh pas di kebun mawar, Fany yang nangis kalau lagi dinasehatin Vincent, Hanif yang terus ngegalauin temen-temennya, kisah cinta Asti-Egy yang jadi hot topic, dan puncaknya saat kami mendapat kabar bahwa pak Moelyono (papahnya Asti) dipanggil oleh Alloh SWT di 04 Februari 2014. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun.
Perpisahan memang hal yang sudah pasti terjadi. Malam hari di “malam terakhir” kebersamaan kami di Pasirkiamis ini. Akhirnya kami melakukan “bonding” terakhir sebelum kepulangan kami. Sederhana saja, tiap orang harus menuliskan satu kata yang mewakili tiap teman kelompok.. Lalu dibacakan hasilnya, dan akhirnya tiap orang diberi mahkota awards. Rasanya yang lain dapet awardsnya yang kocak-kocak. Mulai dari Egi (tertakut siksa kubur) gegara sholatnya paling subuh, Asti (terkoper minggat) gegara kopernya paling gede, Hanifia (ternyaring bunyinya) gegara suaranya, Rathi (ter-anak stm) gegara gayanya yang agak pembenrani, Icha (ter-basreng arab) gegara suka banget basreng di sini dan muka dia agak Arab, Fenessa (termehek-mehek), Indy (ter-ibu tiri), Afni (ter-bachyn), Ratna (tercurhat), Adi (ter-amoral), Arini (tercelana senam SKJ jam 06.00), Ferry (ter-belum mimpi basah), dan yang lainnya aku lupa -___-. Dan giliranku? Alhamdulillah respon dari teman-teman pada positif, gak ada yang memiliki kesan buruk. Dan jeng-jeng-jeng Dilla dapet award “ter-google” gegara jadi tempat temen-temen nanya mulai dari hal konyol, kekanak-kanakan, sampai masalah urusan dewasa. Halaaaah~. Apapun gelar yang didapat, itulah kata yang mereka ingat tentang kita. Kesan-kesan yang paling berkesan malam itu adalah yang disampaikan Rathi. Dilla baru sadar bahwa Rathi adalah orang yang paling jeli dan sangat memperhatikan kami. Misalnya saat yang lain mengatakan “kesan pertama ketemu Nessa, Nessa orangnya baik dan angel banget”, sedangkan Rathi memberikan pesan “Nessa harus belajar ngambil keputusan sendiri”. Kejutan selanjutnya adalah Dilla tak menduga bahwa Rathi sangat peka dan perasa, rasanya dari awal forum curhat ini Rathi yang paling mudah menangis dan terharu. Saat yang lain menggelariku mbah google, Rathi malah bilang “buat aku, kamu tuh kayak ensiklopedi” Ini kata lain yang paling beda diantara yang lainnya. Begitu mendengar Rathi awalnya sempet bingung lanjut kkn atau tidak gara-gara kangen rumah, kangen keluarga, jadi sedih. Segini dilla masih untung karena masih bisa dengan jarak dekat bertemu orangtua.
Tiba-tiba teringat papah dan mamah. Papah yang usianya semakin renta dan tengah kambuh vertigo, mamah yang ngidap darah tinggi. Apalagi mengingat papah Asti yang terserang darah tinggi sebelum koma, dan usianya yang hanya selisih 2 tahun dengan papah. Tiba-tiba merasa sangat takut kalau Alloh juga panggil papah cepat-cepat. Ya Alloh….
Di KKNM ini dilla banyak belajar dari masyarakat, dan dari teman-teman kelompok juga. Belajar sabar, belajar mensyukuri kedekatan dengan orangtua, belajar semakin mencintai orangtua, belajar memenej manusia dan waktu, belajar lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan, belajar bersabar, belajar berbagi, belajar kuat, dan terlebih ialah belajar cepat menyelesaikan masalah.
Terimakasih Asti, Hanifia, Indy, Afni, Arin, Rathi, Icha, Ratna, Nessa, Tiffany, Fariz, Egy, Ady, Azi, Daniel, Vincent. Makasih atas pengalamannya, dan mohon maaf atas segala kesalahan Dilla. Semoga kita dipertemukan kembali yaaaaa!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More